Pandemi Covid-19 telah berlangsung sejak awal tahun 2020. Pemerintah telah melakukan beragam upaya dalam mencegah penyebaran virus ini. Beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah antara lain Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kebijakan tersebut mendorong masyarakat untuk menyesuaikan perilaku sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu, pandemi Covid-19 telah merubah tatanan kehidupan masarakat, dimana aspek kehidupan masyarakat berubah secara cepat. Sebagai penyedia data statistik berkualitas, Badan Pusat Statistik (BPS) berperan dalam memberikan informasi terkait penanganan pandemi. Survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 dilaksanakan secara online (daring). Survei ini memberikan informasi mengenai persepsi kepatuhan dan efektivitas protokol kesehatan, persepsi dan penilaian terhadap pandemic Covid-19, peran media dalam memberikan informasi Covid-19, dan aspek lain mengenai tatanan kehidupan masyarakat di masa pandemic. Hasil survei ini menjadi statistik tambahan (additional statistics) untuk memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan, guna menyusun perencanaan strategis dalam penanganan pandemic Covid-19.
Pandemi Covid-19 telah berdampak pada perubahan tatanan kehidupan sosial serta menurunnya kinerja ekonomi di sebagian besar negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Untuk itu, diperlukan data yang valid dan akurat sebagai kunci utama menuju sukses dalam upaya program pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi ini. Survei Dampak Covid-19 Terhadap Pelaku Usaha merupakan experimental statistics yang bertujuan untuk menyediakan indikator terkini (an early indicator) tentang pelaku usaha (usaha atau perusahaan) yang terdampak pandemi Covid-19. Survei yang dilakukan secara daring ini memberikan gambaran informasi kondisi perusahaan di tengah pandemi dari berbagai aspek, antara lain operasional, tenaga kerja, pendapatan, kendala yang dialami, adaptasi, optimisme, hingga bantuan yang dibutuhkan.Penyajian statistik tambahan (additional statistics) berupa indikator-indikator dampak Covid-19 ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan, guna menyusun perencanaan serta langkah-langkah cepat dan strategis dalam pemulihan ekonomi nasional.
Pandemi Covid-19 telah berdampak pada berbagai bidang dan sektor. Adanya pandemi Covid-19 juga berdampak pada perubahan pola hidup masyarakat sehingga mengharuskan masyarakat untuk mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru. Masyarakat harus mampu beradaptasi menjalankan aktivitas normal namun tetap mengimplementasikan prinsip physical distancing dan mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Dengan adanya teknologi informasi yang semakin canggih, perubahan dan dampak tersebut dapat dipantau dan diperoleh secara mudah dan hampir real time. Laporan ini memberikan hasil kajian penggunaan big data untuk mengukur dampak Covid-19 ditengah masa adaptasi kebiasaan baru terhadap tingkat mobilitas masyarakat, jumlah penerbangan komersial domestik maupun internasional dan pola belanja pada marketplace.
Publikasi hasil survei sosial demografi dampak COVID-19 ini menyajikan data dan informasi perubahan perilaku dan keadaan sosial ekonomi responden survei. Penyajian statistik tambahan (additional statistics) ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan, guna menyusun perencanaan serta langkah-langkah cepat dan strategis dalam menghadapi pandemi ini, baik itu untuk pencegahan (preventive), penanggulangan, serta untuk pemulihan (recovery).
Covid-19 telah berdampak pada berbagai bidang dan sektor. Dengan adanya teknologi informasi yang semakin canggih, perubahan dan dampak tersebut dapat dipantau dan diperoleh dengan mudah dan hampir real time. Laporan ini memberikan hasil kajian penggunaan big data untuk mengukur dampak Covid-19 pada tingkat mobilitas masyarakat, kualitas udara, jumlah penerbangan komersial domestik maupun internasional, dan pola belanja pada marketplace.
Pandemi Covid-19 telah berdampak pada perubahan tatanan kehidupan sosial serta menurunnya kinerja ekonomi di sebagian besar negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Untuk itu, diperlukan data yang valid dan akurat sebagai kunci utama menuju sukses dalam upaya program pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi ini. Survei Dampak Covid-19 Terhadap Pelaku Usaha Jilid 2 ini bertujuan untuk menyediakan indikator terkini tentang pelaku usaha (usaha atau perusahaan) yang terdampak pandemi Covid-19. Survei yang dilakukan secara daring ini memberikan gambaran informasi kondisi perusahaan di tengah pandemi dari berbagai aspek, antara lain operasional, tenaga kerja, pendapatan, kendala yang dialami, adaptasi, optimisme, hingga bantuan yang dibutuhkan. Penyajian statistik tambahan (additional statistics) berupa indikator-indikator dampak Covid-19 ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan, guna menyusun perencanaan serta langkah-langkah cepat dan strategis dalam pemulihan ekonomi nasional.
Pandemi Covid-19 telah berlangsung sejak awal tahun 2020. Pemerintah telah melakukan beragam upaya dalam mencegah penyebaran virus ini. Beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah antara lain Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kebijakan tersebut mendorong masyarakat untuk menyesuaikan perilaku sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Selain itu, pandemi Covid-19 telah merubah tatanan kehidupan masarakat, dimana aspek kehidupan masyarakat berubah secara cepat. Sebagai penyedia data statistik berkualitas, Badan Pusat Statistik (BPS) berperan dalam memberikan informasi terkait penanganan pandemi. Survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 dilaksanakan secara online (daring). Survei ini memberikan informasi mengenai persepsi kepatuhan dan efektivitas protokol kesehatan, persepsi dan penilaian terhadap pandemic Covid-19, peran media dalam memberikan informasi Covid-19, dan aspek lain mengenai tatanan kehidupan masyarakat di masa pandemic. Hasil survei ini menjadi statistik tambahan (additional statistics) untuk memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan, guna menyusun perencanaan strategis dalam penanganan pandemic Covid-19.
Pandemi Covid-19 telah berdampak pada perubahan tatanan kehidupan sosial serta menurunnya kinerja ekonomi di sebagian besar negara di dunia, tak terkecuali Indonesia. Untuk itu, diperlukan data yang valid dan akurat sebagai kunci utama menuju sukses dalam upaya program pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi ini. Survei Dampak Covid-19 Terhadap Pelaku Usaha merupakan experimental statistics yang bertujuan untuk menyediakan indikator terkini (an early indicator) tentang pelaku usaha (usaha atau perusahaan) yang terdampak pandemi Covid-19. Survei yang dilakukan secara daring ini memberikan gambaran informasi kondisi perusahaan di tengah pandemi dari berbagai aspek, antara lain operasional, tenaga kerja, pendapatan, kendala yang dialami, adaptasi, optimisme, hingga bantuan yang dibutuhkan.Penyajian statistik tambahan (additional statistics) berupa indikator-indikator dampak Covid-19 ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan, guna menyusun perencanaan serta langkah-langkah cepat dan strategis dalam pemulihan ekonomi nasional.
Penyajian hasil survei sosial demografi dampak COVID-19 ini menyajikan data dan informasi perubahan perilaku dan keadaan sosial ekonomi responden survei. Penyajian statistik tambahan (additional statistics) ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada para pemangku kepentingan, guna menyusun perencanaan serta langkah-langkah cepat dan strategis dalam menghadapi pandemi ini, baik itu untuk pencegahan (preventive), penanggulangan, serta untuk pemulihan (recovery).
Covid-19 telah berdampak pada berbagai bidang dan sektor. Dengan adanya teknologi informasi yang semakin canggih, perubahan dan dampak tersebut dapat dipantau dan diperoleh dengan mudah dan hampir real time. Laporan ini memberikan hasil kajian penggunaan big data untuk mengukur dampak Covid-19 pada tingkat mobilitas masyarakat, kualitas udara, jumlah penerbangan komersial domestik maupun internasional, dan pola belanja pada marketplace.